Kamis, 26 Agustus 2010

ASALSILAHPUN PARA NATA

KATA PENGANTAR
( bhs Indonesia )
Ini adalah tulisan silsilah dari keluarga para raja, serta anak cucu semuanya.
Dimulai dari Paduka Sinuhun Prabu Brawijaya V, yang terakhir.
Semoga menjadikan periksa serta apabila terdapat kekeliruan saya KUSDINAH BROTODININGRAT mohon maaf sebesar besarnya.

ATUR PAMBUKA
( bhs Jawa )
Punika Serat Asalipun para penjenengan Nata. Ugi Putra Wayahdhalem sedaya.
Kawiwitan saking Hingkang Sinuhun Prabu Brawijaya V, Hingkang Pamungkas.
Mugi handadosna kahuningan sarta wonten klinta-klintu kulo KUSDINAH BROTODININGRAT nyuwun samodra pangaksami.

Pangripto
(penulis)


PADUKA SINUHUN PRABU
BRAWIJAYA V PAMUNGKAS
di Majapahit  tahun 1334.

Hingkang Sinuhun Prabu BRAWIJAYA V, memperistri :
Gusti Kanjeng Ratu Handarawati, putri Campa.
Dalam riwayat Sang Prabu memegang Kekuasaan selama 50(lima puluh) tahun, karena ayahnda menjadi raja hanya  4(empat) tahun. Memperoleh banyak keturunannya  sebanyak 100(seratus) putera-puteri. Dan penulis disini hanya menyajikan 91 (sembilan puluh satu) putera-puteri, sedangkan yang meninggal tidak.

Nama putera puteri Sang Prabu BRAWIJAYA, adalah sebagai berikut :
 1. Raden Jaka Dilah, menjabat Adipati di Palembang;
 2. Raden Jayapanulih, menjabat Adipati di Sumenep;
 3. Putri Ratna Pambayun, menikah dengan Prabu Srimakurung Handayaningrat, di Pengging yang terakhir.
 4. Dewi Manik, menikah dengan Hario Gumangsang;
 5. Hario Lembu Peteng, menjabat Adipati di Madura;
 6. Hario Dewa Ketul, menjabar Adipati di Bali;
 7. Raden Jaka Prabangkara;
 8. Raden Jaka Krewet, menjabat Adipati di Borneo (Kalimantan);
 9. Raden Jaka Kretek, menjabat Adipati di Makasar (Sulawesi);
10. Raden Surenggana;
11. Raden Sujana, menjabat Adipati di Palembang;
12. Putri Ratna Bintara, menikah dengan Adipati Nusabrong;
13. Raden Fatah (Syam Alam Akbar) Sultan Demak I (pertama);
14. Raden Bundan Kajawan Kiyai Ageng Tarup III;
15. Ratu Ayu, menikah dengan Hajar Windusana;
16. Raden Gajah Pramana;
17. Putri Ratna Marsandi, menikah dengan Juru Paniti;
18. Putri Ratna Marlangen, menikah dengan Adipati Marlangen;
19. Putri Ratna Sataman, menikah dengan Hario Jaranpanulih;
20. Putri Ratna Satamin, menikah dengan Hario Bangah, di Pengging;
21. Batara Katong, menjabat Adipati Katong, di Ponorogo;
22. Raden Gugur, Sunan Lawu;
23. Putri Kanistren, menikah dengan Hario Baribin, di Madura;
24. Putri Kaniraras, menikah dengan Hario Pekik, di Pengging;
25. Dewi Ambar, menikah dengan Hario Partaka;
26. Raden Hario Surongsong, meninggal di Kedu.
27. Raden Hario Wangsa, nama gelar Kyai Ageng Pilang;
28. Raden Jaka Dandun, nama gelar Syeh Belabelu;
29 Raden Jaka Dander,  nama gelar Nawangsaka;
30. Raden Jaka Balot, nama gelar Kidangsana;
31. Raden Jaka Barak, nama gelar Carang Gana;
32. Raden Jaka Paturih, nama gelar Pacangkringan;
33. Putri Dewi Sampur;
34. Raden Jaka Laweh, nama gelar Duruan;
35. Raden Jaka Jaduk, nama gelar Malang Sumirang;
36. Raden Jaka Balut,  nama gelar Megatsari;
37. Raden Jaka Suwung;
38. Putri Dewi Sukati;
39. Raden Jaka Tarwa, nama gelar Banyakwulan;
40. Raden Jaka Maluwa, nama gelar Banyak Modang;
41. Raden Jaka Lanang, nama gelar Banyak Bakung;
42. Raden Jaka Langsing, nama gelar Banyakputra;
43. Putri Dewi Rantang;
44. Raden Jaka Semprung, nama gelar Kiyahi Ageng Brandet;
45. Raden Kunijang, nama gelar Hario Tepos;
46. Raden Jaka Lemboso, nama gelar Hario Pacetlondo;
47. Raden Jaka Lirih;
48. Raden Jaka Lawu;
49. Putri Dewi Paniwet;
50. Raden Jaka Barong;
51. Raden Jaka Bindho, nama gelar Baratketigo;
52. Raden Jaka Blabur, nama gelar Saputarup;
53. Raden Jaka Budu, nama gelar Tawangbalun;
54. Raden Jaka Tarikbolong;
55. raden Jaka Lengis, nama gelar Jejeran;
56. Raden Guntur;
57. Raden Jaka Malot;
58. Raden Jaka Sinorang, nama gelar Sulangjiwa.
59. Raden Jaka Jatang, nama gelar Singapadu;
60. Raden Jaka Karawu, nama gelar Macanpuro;
61. Raden Jaka Krendo, nama gelar Panulahar;
62. Raden Jaka Jinggring, nama gelar Norowito;
63. Raden Jaka Salembar, nama gelar Panangkilan;
64. Raden Jaka Tangkeban, nama gelar Wanengwulan;
65. Raden Jaka Buras, nama gelar Palingsingan;
66. Raden Jaka Kaburu, nama gelar Pasingsingan;
67. Raden Jaka Lambang, nama gelar Hasticepi;
68. Raden Jaka Lumuru, nama gelar Katawangan;
69. Raden Jaka Doblang, nama gelar Yudasara;
70. Raden Jaka Golok, nama gelar Jatinom;
71. Raden Jaka Bluwa, nama gelar Syeh Sekardali;
72. Raden Jaka Wayah, nama gelar Syeh Bubukjanur;
73. Raden Jaka Pandak, nama gelar Syeh Kaliatu;
74. Raden Jaka Bodho, nama gelar Kiyai Ageng Majastra;
75. Raden Jaka Gapyuk, nama gelar Kiyai Ageng Palesung;
76. Raden Jaka Sengara, nama gelar Pangayat;
77. Raden Jaka Supeno, nama gelar Kiyai Ageng Tembayat;
78. Raden Jaka Pangawe, nama gelar Raden Singunkara;
79. Raden Jaka Turas, nama gelar Raden Hadangkoro;
80. Raden Jaka Suwanda, nama gelar Raden Jaka Lelana;
81. Raden Jaka Suwarno, nama gelar Raden Jaka Tanengkung;
82. Raden Jaka Ketul, nama gelar Raden Lembaksiu;
83. Raden Jaka Dalun, nama gelar Gagakpranolo, dimakamkan di pasarean Astana Laweyan Solo;
84. Raden Jaka Wirun, nama gelar Raden Sarasidho;
85. Raden Jaka Sumeno, nama gelar Raden Kenitan;
86. Raden Jaka Besur, nama gelar Raden Saragading;
87. Raden Jaka Gatot, nama gelar Raden Balaruci;
88. Raden Jaka Raras, nama gelar Raden Notosanto;
89. Raden Jaka Paniti, nama gelar Raden Panurta;
90. Raden Jaka Paniti, nama gelar Raden Lawangsari, dan
91. Raden Jaka Sawunggaling.

Diantara keturunan Prabu BRAWIJAYA V Pamungkas, sebanyak 8(delapan) putera-puteri pindah dan berkedudukan di pulau Bali, beserta banyak punggawa (abdi dalem) dan rakyat pengikutnya (kawulo). Mereka mendirikan kerajaan dan menurunkan para Stede houwer, Raja-raja. Menurut asalnya masyarakat di Bali terdapat dua turunan adalah: 1). Keturunan Bali asli; 2). Keturunan Majapahit.

RUNTUH KERAJAAN MAJAPAHIT
Para Wali menobatkan putra Prabu BRAWIJAYA V yang ke 13(tigabelas) di Majapahit, bernama Raden Fatah, satriya dari Glagahwangi, nama gelar Adipati Notopraja. Kerajaan pindah ke Jawa Tengah, dengan ibukotanya Demak. Kemudian nama gelar beliau Sultan Bintara I(pertama), atau diebut juga dengan gelar nama Syah Alam Akbar, memegang kekuasaan kerajaan selama 5(lima) tahun.
Setelah wafat kedudukan beliau digantikan oleh putranya Raden Prawata, nama gelar Sultan Bintara II(kedua), memegang kekuasaan kerajaan selama 2(dua) tahun. Setelah wafat digantikan saudaranya Raden Trenggono, nama gelar Sultan Bintara III(ketiga), memegang kekuasaan kerajaan selama 33(tiga puluh tiga) tahun. Mereka dimakamkan dibelakang masjid Demak.
Dalam riwayat putra Sultan Bintara II(kedua) bernama Hario Penangsang, satriya di Jipang tidak menyetujui penobatan Sultan Trenggono, sehingga terjadi perang antara Hariao Penangsang dengan Jaka Tingkir  Sultan Pajang adalah sebagai putra mantu Sultan Demak III di Demak. Karena kerajaan Demak tahun 1458 pindah ke Pajang.
Perang dimulai oleh pihak Raden Danag Sutawijaya, yang dipimpin oleh Kiyai Ageng Jurumartani, beliau adalah kakek pamannya, disertai pula oleh Kiyai Agneg Pati, serta ayhnda Kiyai Ageng Pemanahan. Dan dalam riwayat Raden Hario Penangsang gugur dalam medan perang. 
Raden Danang Sutawijaya, diberikan hadiah tanah wilayah Mantaok; sedangkan Kiyai Ageng Penjawi mendapat hadiah tanah wilayah Pati.

PUTRA PUTRI DALEM KANJENG SULTAN BINTARA III
(RADEN TREANGGONO)

Keturunan Sultan Bintara III, sebanyak 10(sepuluh) putera puteri, adalah :
  1. Panembahan Mangkurat;
  2. Ratu Mas Pambayun, menikah dengan Kiyai Ageng Lang;
  3. Panembahan Prawata I(pertama);
  4. Ratu Mas Mantingan, menikah dengan Pangeran Made Pandan;
  5. Ratu Mas Kalinyamat;
  6. Ratu Mas Hario di Surabaya;
  7. Ratu Mas Katambang;
  8. Ratu Mas Cepaka, menikah dengan Sultan Pajang Hadiwijaya;
  9. Panembahan Mas di Madiun, dan
10. Ratu Sekarkedaton.

Kanjeng Sultan Bintara III, mempunyai isteri / garwa, adalah :
 * Garwa/isteri yang pertama (no:1) adalah putera Kiyai Ageng Malaka;
 * Garwa/isteri yang kedua (no:2) adalah putera Sunan Kalijaga.

Nyi Mas Ratu Kalinyamat, bertapa tanpa busana hanya terselimutkan oleh rambut beliau di wukir Bonoraja, hal ini dilakukan karena suaminya dibunuh oleh Raden Hario Panangsang. Beliau berikrar "Ora pati bubar singku tapa yen ora keset rambute Hario Panangsang" / "Jika karena mati bertapa ini tidak disudahi kalau tidak keset rambutnya Hario Penangsang".

Panembahan Prawata I, menurunkan 4(empat) putera puteri adalah :
 1. Raden Ayu Juru.
 2. Panembahan Prawata II.
 3. Raden Ayu Surajaya, dan
 4. Panembahan Pruwita di Ngreden Delanggu. Cucu dari Kanjeng Sultan Bintara III.

Panembahan Mas di Madiun, menurunkan 13(tiga belas) putera puteri adalah:
 1. Raden Ayu Semi, di Kalinyamat;
 2. Raden Ayu Pengulu;
 3. Pangeran Kanoman;
 4. Raden Ayu Pasangi;
 5. Raden Mas Lontang Hirawan, di Japan;
 6. Raden Ayu Dumilah, menikah dengan Sinuhun Panembahan Senapati di Mataram, isteri ke 2(dua);
 7. Raden Mas Tangsang Hirawan, di Madiun;
 8. Raden Mangkurat Wiryawan, di Madiun;
 9. Raden Hario Sememi;
10. Raden Hario Sumantri;
11. Raden Ayu Pamegatan;
12. Panembahan Hawuryan, dan
13. Raden Hario Kanoman.

Raden Mas Lontang Hirawan, menurukan 3(tiga) putera puteri, adalah :
 1. Panembahan Juminah II(kedua), di Madiun;
 2. Raden Mas Julik, dan
 3. Raden Hario Partoloyo, di Madiun.

Panembahan Juminah II(kedua), menurunkan putera puteri, adalah:
 *) Raden Balitar, menurunkan Raden Tumenggung Balitar, menurunkan Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwana, Prameswari Pakubuwana I(pertama), menurunkan Sinuhun Prabu Mangkurat Jawa.


RATNA PAMBAYUN PUTRIDALEM HINGKANG
SINUHUN PRABU BRAWIJAYA V, PAMUNGKAS DI MAJAPAHIT.

Menikah dengan Srimakurung Prabu Handayaningrat yang terakhir, berkedudukan di Pengging. Runtuhnya keadaan Kerajaan Pengging senasib dengan Kerajaan Majapahit dari penyerbuan Islam.

Ratna Pambayun menurunkan 3(tiga) putera puteri, adalah :
 1. Kiyai Ageng Kebokanigara, tidak mempunyai keturunan;
 2. Kiyai Ageng Kebokenanga, menurunkan Mas Karebet, dan
 3. Raden Kebo Amiluhur, dewasa wafat.

Mas Karebet pada waktu masih balita telah ditinggal wafat ayah, dan tak lama kemudian ibunya wafat. Sepeninggalan orang tuanya diasuh oleh Kiyai Ageng Tingkir, beliau adalah seperguruan dengan ayah Mas Karebet. Oleh karenya tempat tinggal berpindah dari Pengging ke Tingkir (letaknya dekat kota Slatiga), dan kebetulan Kiayi Ageng Tingkir tidak mempunyai keturunan.
Dalam riwayat Mas Karebet setelah dewasa mengabi ke Demak menjadi prajurit Tamtama, karena berparas tampan dan cerdik diambil menantu oleh Sang Prabu, dinikahkan dengan Ratu Mas Cepaka.

Menurunkan 7(tujuh) putera puteri, adalah:
 1. Ratu Mas Pambayun, di Ngarisbaya;
 2. Ratu Mas Kumelut, di Tuban;
 3. Ratu Mas Adipati, di Surabaya;
 4. Ratu Mas Banten, dinikahi Adipati Mondoroko, sebagai Patih dari Sinuhun Panembahan Senopati.
 5. Ratu Mas Japara;
 6. Adipati Benawa, nama gelar Sultan Hawijaya, di Pajang, dan
 7. Pangeran Sindusena.

Tahun 1458 Sultan Hadiwajaya, dinobatkan raja di Pajang, dan berkuasa selama 32(tiga puluh dua) tahun.
Sultan Ngawantipura, dinobatkan sebagai raja dan berkuasa selama 3(tiga) tahun.
Adipati Benawa Sultan Hawijaya, dinobatkan sebagai raja dan berkuasan selama 1(satu) tahun.

Setelah wafat Kanjeng Sultan Hadiwijaya dan puteranya Adipati Benawa, dimakamkan di pasareyan Butuh, terletak di wilayah Kabupaten Sragen.

Kanjeng Adipati Benawa menurunkan 3(tiga) putera puteri
yaitu  :
1. Pangeran Mas, menjabat sebagai Adipati di Pajang.
2. Pangeran Kaputrah, di Pajang.
3. Kanjeng Ratu Mas Hadi, sebagai prameswari Hingkang Sinuhun Prabu Hadi Hanyakrawati, di Mataram, menurunkan putra Hingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma di Mataram.

Ratu Mas Banten, menikah dengan Adipati Mondoroko Ki Jurumartani, menjabat Patih Paduka Sinuhun Panembahan Senapati ing Ngalaga, di Mataram, menurunkan putera puteri :
1. Adipati Jagabaya Banten, menurunkan putra :
    a. Adipati Senabaya Banten, menurunkan putra :
    b. Kanjeng Panembahan Bagus Banten, mwnurunkan putra :
    c. Raden Ayu Tirtokusumo ing Pancuran, menurunkan putra :
    d. Raden Ajeng Temu, menikah dengan Adipati Sindurejo, menjabat Patih dari Hingkang Sinuhun
        Paku Buwana III di Surakarta, menurunkan putra :
    e. Kanjeng Bandara Raden Ayu Adipati Mangkunegoro II di Surakarta, menurunkan putra :
    f. Raden Ayu Notokusumo (Raden Ajeng Sayati) menurunkan putra :
    g. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegoro III.

Ini adalah Trah Keturunan dari Adipati Mondoroko Ki Jurumartani.
Adipati Mondoroko menurunkan putra :
Pangeran Hupasanta hing Batang, menikah dengan putri Adipati Benawa hing Pajang, menurunkan putra :
1. Kanjeng Ratu Batang, sebagai Prameswari Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Agung Prabu 
    Hanyokrokusumo, di Mataram.
2. Panembahan Mas, menjabat Adipati di Pajang putra dari Adipati Benawa, peputra Panembahan
    Radin, Panembahan Ramawijaya, dan Raden Ayu Purbaya III.
3. Kanjeng Ratu Kulon, sebagai prameswari dari Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Agung ing
    Mataram.
4. Pangeran Pujamenggala.
5. Pangeran Adipati Wiramenggala.

Ini adalah putra dari Pangeran Mas Adipati hing Pajang.

Pergantian Dinasti ke Putra Majapait No.14
RADEN BUNDANKAJAWAN / BONDAN KEJAWEN

Asal keturunan Raja di Mataram sampai dengan Raja Surakarta.
Kiyai Ageng Tarup II,mempeisteri widadari bernama Dewi Nawangwulan, menurunkan putra :
Dewi Nawangsih, kagarwa Raden Bunda Kajawan, putra Sinuhun Prabu Brawijaya V di Majapait. Kemudian memakai nama gelar Kiyai AGENG TARUP III, menurunkan 3(tiga) putra putri adalah :
1). Raden Dukuh Kiyai Ageng Wonosobo, menjadi putra menanatu Sunan Maja Agung.
2). Raden Depok, Syeh Abduliah, demikian pula menjadi putra menantu Sunan Maja Agung
3). Rara Kasihan, menikah dengan Kiyai Ageng Ngerang I.

2). Raden Depok, kemudian memaki nama gelar Kiyai Ageng Getaspandawa. menurunkan putera :
     (1). Bagus Sogam, setelah dewasa bernama: Abdulrachman.
            Tempat kediaman di desa Selo, memakai nama gelar Kiyai Ageng Selo.
            Kiyai Ageng Selo menikah dengan :
            1. putrinya Kiyai Ageng Wonosobo, masih keponakan dari saudara.
            2. putrinya Kiyai Ageng Ngerang, masih keponakan dari saudara.

Putra dari isteri no.2, bernama: Bagus Anis, wafat dimakamkan di Astana Lawiyan Sala. Garwanipun Kiyai Ageng Anis adalah putra dari Kiyai Ageng Wonosobo, menurunkan putra :

Bagus Kacung, nama gelar Kiyai Ageng Pemanahan, karena semula bertempat tinggal di desa Manahan Sala. Dan setelah putranya dinobatkan sebgai Raja Mataram, berganti nama gelar yaitu: Kiyai Ageng Mataram.
Beliau wafat dimakamkan di Astana Kota Cede, Yogyakarta.
Isteri dari putranya Pangeran Made Pandan menurunkan putra :
1. Adipati Manduranegara.
2. Hingkang Sinuhun Panembahan Senapati di Ngalaga.
3. Pangeran Ronggo.
4. Nyai Ageng Tumenggung Mayang.
5. Pangeran Hario Tanduran.
6. Nyai Ageng Tumenggung Jayaprana.
7. Pangeran Teposono.
8. Pangeran Mangkubumi.
9. Pangeran Singasari.
10. Raden Ayu Kajoran.
11. Pangeran Gagak Baning, wafat dimakamkan berdampingan dengan Hingkang Sinuhun Panembahan Senapati di makam Astana Kota Gede.
12. Pangeran Pronggoloyo.
13. Nyai Ageng Haji Panusa, di Tanduran.
14. Nyai Ageng Panjangjiwa.
15. Nyai Ageng Banyak Potro, di Waning.
16. Nyai Ageng Kusumoyudo Marisi.
17. Nyai Ageng Wirobodro, di Pujang.
18. Nyai Ageng Suwakul, wafat dimakamkan di  Astana Lawiyan.
19. Nyai Ageng Mohamat Pekik di Sumawana.
20. Nyai Ageng Wiraprana di Ngasem.
21. Nyai Ageng Hadiguno di Pelem.
22. Nyai Ageng Suroyuda Kajama.
23. Nyai Ageng Mursodo Silarong.
24. Nyai Ageng Ronggo Kranggan.
25. Nyai Ageng Kawangsih Kawangsen.
26. Nyai Ageng Sitabaya Gambiro.

Jenjang urutan dari Prabu Brawijaya V.
Prabu Brawijaya V di Majapait, menurunkan putera puteri adalah :
Raden Bundan Kajawan, peputra :
Raden Getas Pendawa, peputra :
Kiyai Ageng Selo, peputra :
Kiyai Agepg Anis, peputra :
Kiyai Ageng Pemanahan, peputra :
Hingkang Sinuhun Panembahan Senapati ing Ngalaga.


HINGKANG SINUHUN PANEMBAHAN SENAPATI ING NGALAGA

Dinobatkan sebagai Raja Mataram pada tahun 1586.
Belia wafat  pada tahun 1601.
Pernikahan 1(pertam) dengan putri dari Kiyai. Ageng Pati (Panjawi).
Pernikahan 2(kedua) dengan putra dari Adipati Mas hing Madiun.
Putra putri beliau adalah :

  1. Gusti Kanjeng Ratu Pambayun Garwa Kiayi Ageng Mangir. Setelah berstatus janda menikah
      dengan Kiyai Ageng Karanglo.
  2. Pangeran Ronggo, Raden Ronggo diriwayatkan bertarung dengan Uling Laut Selatan. Bibi dari
      Kalinyamat.
  3. Pangeran Puger, menjabat sebagai Adipati di Demak.
  4. Pangeran Teposono.
  5. Pangeran Purbaya, diberikan sebutan Purbaya terbang. Bibi dari Giring.
  6. Pangeran Rio Manggala.
  7. Adipati Jayaraga di Ponorogo.
  8. Hingkang Sinuhun Hadi Prabu Hanyakrawati.
  9. Gusti Raden Ayu Demang tanpa Nangkail.
10. Gusti Raden Ayu Wiramantri,  di Ponorogo.
11. Pangeran Pringgalaya.
12. Panembahan Juminah, putra dari isteri No.2.
13. Adipati Martalaya, di Madiun.
14. Pangeran Tanpa Nangkil

Paduka Sinuhun Panembahan Senapati, raja Mataram wafat dimakamkan di Astana Kota Gede, demikan juga Pangeran Ronggo.

KERAJAAN PINDAH DUMATENG MATARAM. IBU KOTA, PLERET.

Pergantian Dinasti adalah Bondan Kejawan, putra Majapahit nomor: 14.
Paduka Sinuhun Panembahan Senapati, dinobatkan menjadi Raja pertama kali.

Sekar Sinom
"Nulata laku utama, tumraping wong Tanah Jawi.
Priyagung hing Ngeksigondo, Panembahan Senapati.
Kapati amarsudi, sudaning hawa lan napsu.
Pinesu tapa brata, tanapi hing siyang ratri.
Amemangun karyanak tyasing sasama."



ASALSILSILAH PADUKA SINUHUN PRABU HADI HANYAKRAWATI
di Mataram. Menurut Pancer dari garis Ibu

Dinobatkan menjadi Raja tahun 1601, dan wafat pada tahun 1613 .
Silsliah :
a. Sunan Maulana Mahribi, menurunkan putera :
b. Kiyai Ageng Ngerang I, menurunkan putera :
c. Kiyai Ageng Ngerang II, menurunkan putera :
d. Kiyai Ageng Ngerang III, menikah dengan Ratu Panengah, putra dari Sunan Kalijaga, menurunkan
    putera :
e. Kiyai Ageng Penjawi (Pati), menurunkan putera :
f. Kanjeng Ratu Mas, menikah dengan Paduka Sinuhun Penembahan Senapati Ing Ngalaga, menurunkan putera :
g. Paduka Sinuhun Prabu HANYAKRAWATI di Mataram.

Wafat dimakamkan di Astana Kota Gede, disebelah bawah makam ayahnda.
Paduka Sinuhun Prabu Hadi Hanyakrawati, menikah yang pertama dengan Gusti Kanjeng Ratu MASHADI putri dari Adipati Benawa di Pajang. Menikah yang kedua dengan Ratu Lungayu di Ponorogo.
Menurunkan putra putri sebanyak 12(duabelas) yaitu :

  1. Paduka Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma.
  2. Pangeran Hario Mangkubumi.
  3. Pangeran Bumidirja.
  4. Pangeran Martapura.
  5. Ratu Mas Sekar, garwa Pangeran Pekik Surabaya.
  6. Ratu Mas Sekar, garwa Pangeran Ronggo hing Pati.
  7. Pangeran Buminata.
  8. Panger.an Notopuro.
  9. Pangeran Pamenang.
10. Pangeran Sularong.
11. Gusti Kanjeng Ratu  Wirakusuma hing Jipang.
12. Pangeran Pringgoloyo.

Paduka Sinuhun Prabu Hadi Hanyakrawati, mendapat gelar nama yaitu: Sinuhun sedho Krapyak.
berkenaan dengan peristiwa saat Paduka Sinuhun wafat pada saat berburu di hutan Krapyak.

ASALSILAHIPUN 
PADUKA SINUHUN KANJENG SULTAN AGUNG PRABU HANYAKRAKUSUMA Dari garis pancer Ibu


Dinobatkan menjadi Raja pada tahun 1613.
Beliau wafat pada tahun 1645.
Wafat dimakamkan di Pesarean Astana Pajimatan Imogiri, Ngayugyakarta; yang pertama-kali.
Isteri beliau masih saudara keponakan putri dari Pangeran Hupasanta di Batang, bernama Kanjeng Ratu Kulon utawi Kanjeng Ratu Batang.

a. Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Hadiwijaya Jaka Tingkir di Butuh Sragen, menurunkan putera :
b. Pangeran Adipati Benawa hing Pajang, menurunkan putera :
c. Gusti Kanjeng Ratu Mas Hadi, sebagai prameswari Paduka Sinuhun Prabu Hadi Hanyakrawati,
    menurunkan putera :
d. Hingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma hing Mataram.
    menurunkan putera putri sebanyak 8(delapan) adalah :
   1). Pangeran Demang Tanpa Nangkil.
   2). Pangeran Ronggo Kajiwan.
   3). Gusti Ratu Ayu Winongan.
   4). Pangeran Ngabehi Loring Pasar.
   5). Pangeran Purubaya.
   6). Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Prabu Hamangkurat Agung, di Mataram.
   7). Gusti Raden Ayu Wiromantri.
   8). Pangeran Danupaya.

Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indoneisa, pada tahun 1980, dengan Piagam yang ditandatangani Presiden Soeharto.

Yen Sinuhun ing Mataram Sultan Agung tan kena tiniru yekti. Sebab iku Wali Ratu.
Mujijate wus dadiyo pratanda. Wali miwah jumeneng Ratu. Pindha Kang Maha Suci, hangejawantah dadi Sang Prabu. Lir Njeng Rasullolah nguni, wus kaliyang nunggal.
Mula mintaha Barkah kemawon.

H1NGKANG SINUHUN
PRABU HAMANGKURAT AGUNG, HING MATARAM, SAKING HINGKANG IBU

Dinobatkan menjadi Raja pada tahun 1645. Wafat pada tahun 1677.

Prameswari Paduka Hamangkurat Agung yang Pertama, adalah putri dari Pangeran Pekik, di Surabaya.
Prameswari Paduka Hamangkurat Agung yang Kedua, adalah putri dari Panembahan Radin.
a. Kiyai Ageng Dukuh di Wonosobo, menurunkan putra :
b. Pangeran Made Pandan, menurunkan putra :
c. Adipati Mondoroko, nama gelar Ki Jurumartani, menurunkan putra :
d. Pangeran Huposonto di Batang, menurunkan putra :
e. Kanjeng Ratu Kulon, menikah dengan Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma.
    Dsebut juga dengan nama gelar: Kanjeng Ratu Batang, menurunkan putra :
f. Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Prabu Harnangkurat Agung, di Mataram,

Putra putri beliau seluruhnya adalah :

  1. Paduka Sinuhun Hamangkurat Mas (Amral), dilahirkan dari Isteri Pertama: Kanjeng Ratu Kulon,
      adalah putri dari Pangeran Pekik, di Surabaya.
  2. Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I(pertama) atau Pangeran Puger, dilahirkan dari
      isteri kedua :  Kanjeng Ratu Wetan, adalah putri  dari Panembahan Radin,
  3. Gusti Raden Ayu Pamot.
  4. Pangeran Martosana.
  5. Pangeran Singasari.
  6. Pangeran Silarong.
  7. Pangeran Notoprojo.
  8. Pangeran Ronggo Satoto.
  9. Pangeran Hario Panular.
10. Gusti Raden Ayu Adip Sindurejo, menikah dengan Patih Sindurejo di Kartasura.
11. Gusti Raden Ayu Kletingkuning, garwanipun Raden Trunajaya, Hingkang ngraman. 1674 - 1680
12. Gusti Raden Ayu Mangkuyudo.
13. Gusti Raden Ayu Adipati Mangkupraja.
14. Pangeran Hario Mataram.
15. Bandara Raden Ayu Danureja.
16. Gusti Raden Ayu Wiromenggolo.

Paduka Sinuhun Susuhunan Prabu Hamangkurat Agung, wafat dimakamkan di Tegal Arum. Dusun Jelak Kota Tegal.

ASALSILAHIPUN 
PADUKA SINUHUN KANJENG SUSUHUNAN PAKU BUWANA I
DI KARTASURA

Garis Pancer dari Trah/Keturunan Ibu.
Dinobatkan menjadi Raja pada thaun 1704. Wafat pada tahaun 1719.
Paduka yang dinobatkan sebagai Raja yang pertama kali di Kartasura, Paduka inuhun Kanjeng Susuhunan Hamangkurat Amral. Kemudian tapuk kerajaan digantikan oleh putranya Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Hamangkurat Kencet.
Kemudian digantikan oleh paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I (Puger).
Adik Paduka Sinuhun Hamangkurat Amral, mempersunting Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwana, putrinipun Tumenggung Balitar.
a. Kanjeng Gusti Adipati Benawa di Pajang, menurunkan putra :
b. Panembahan Radin, menurunkan putra :
c. Kanjeng Ratu Wetan, Prameswari dari Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Agung, menurunkan putra :
d. Paduka Sinuhun Paku Buwana I, di Kartasura; menurunkan putra putri :
    1). Gusti Raden Ayu Lembah.
    2). Pangeran Ngabehi.
    3). Paduka Sinuhun Hamangkurat Jawa,
    4). Gusti Raden Ayu Mangkubumi.
    5). Pangeran Herucakra Hing Madiun.
    6). Pangeran Hario Prangwadono.
    7). Pangeran Ngalaga.
    8). Pangeran Pamot.
    9). Adipati Sindurejo.
  10). Pangeran Purubaya, di Lamongan, saking garwa.
  11). Pangeran Balitar.
  12). Kanjeng Ratu Ajunan, menikah dengan Pangeran Tjakraningrat di Madura.


PAMBRONTAKAN RADEN TRUNAJAYA

Semasa keuasaan pemerintahan Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Prabu Hamangkurat Agung di Kerajaan Mataram, terjadi peristiwa pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Trunajaya.
Dalam peristiwa ini Paduka Sinuhun terdesak namun dapat meloloskan diri dari Karaton, dan mengungsi sampai di Tegal. Setelah beberapa waktu lamanya di Tegal, memerintahkan kepada putranya Pangeran Puger, agar menyirnakan Raden Trunajaya.
Kehendak Sinuhun dapat terwujut dengan terbunuhnya Raden Trunojoyo di Ardi Ngantang Jawa Timur.

Setelah Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Agung wafat dimakamkan di Tegal Arum, sebuah desa dekat dengan kota Tegal. Sedangkan keadaan Karaton Mataram rusak, kemudian Gusti Pangeran Puger mendirikan bangunan keraton di Kartasura, yang kemudian diberikan kepada kakak Hamangkurat Mas (Amral).


KRATON PINDAH DATENG KARTASURA.

Yang dinobatkan Raja pertama kali adalah, Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Mas (Amral).
Kemudian Raja kedua adalah, Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Kencet .
Selanjutnya Paduka Sinuhun Paku Buwana I (Puger). Terhitunh masih saudara muda dengan Hamangkurat Mas.



PADUKA SINUHUN
KANJENG SUSUHUNAN PRABU HAMANGKURAT MAS (AMRAL)

Dinobatkan Raja di Karaton Kartasura
Menurunkan putra putri adalah :
1. Paduka Sinuhun Prabu Hamangkurat Kencet.
2. Pangeran Lembah.
3. Pangeran Teposono.
4. Raden Mas Garandi, Sunan Kuning, dilarkan dari isteri selir keturunan Cina.
5. Gusti Raden Ayu Dandun Matengsari.
Paduka Sinuhun tidak menurunakan Raja. Wafat dimakamkan di  Astana Pajimatan Imogiri.


ASALSILAHIPUN PADUKA SINUHUN KANJENG SUSUHUNAN HAMANGKURAT JAWA, HING KARTASURA

Garis Pancer dari Trah/Keturunan Ibu.
Dinobatkan menjadi Raja pada tahun 1719. Wafat pada tahun 1727.
Menikah dengan Kanjeng Ratu Kencana, putrinipun Ki Tumenggung Tirtakusuma.

a. Kanjeng Sultan Demak Bintara III, menurunkan putra :
b. Kanjeng Panembahan Mas, di Madiun, menurunkan putra :
c. Gusti Kanjeng Ratu Retnodumilah, menikah dengan Paduka Sinuhun Panembahan Senapati di Ngalaga,
    menurunkan putra :
d. Panembahan Juminah Hing Madiun, menurunkan putra :
e. Pangeran Adipati Balitar, menurunkan putra :
f.  Ki Tumenggung Balitar, menurunkan putra :
g. Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwana I, di  Kartasura menurunkan putra :
h. Paduka Sinuhun Hamangkurat Jawa di Kartasura.

Putra Putri dalem :
  1. Kanjeng Pangeran Hario Mangkunegoro, di Kartasura.
  2. Gusti Raden Ayu Suroloyo, di Brebes.
  3. Gusti Raden Ayu Wiradigda.
  4. Gusti Pangeran Hario Hangabehi.
  5. Gusti Pangeran Hario Pamot.
  6. Gusti Pangeran Hario Diponegoro.
  7. Gusti Pangeran Hario Danupaya.
  8. Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II
  9. Gusti Pangeran Hario Hadinagoro.
10. Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, garwa Pangeran Hindranata.
11. Gusti Raden Ajeng Kacihing, dewasa sedho.
12. Gusti Pangeran Hario Hadiwijaya, sedho Kali Abu.
13. Gusti Raden Mas Subronto, wafat dalam usia dewasa.
14. Gusti Pangeran Hario Buminoto.
15. Gusti Pangeran Hario Mangkubumi, Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana I.
16. Sultan Dandunmatengsari, melakukan pemberontakan dan tidak berhasil.
17. Gusti Raden Ayu Megatsari.
18. Gusti Raden Ayu Purubaya.
19. Gusti Raden Ayu Pakuningrat. di Sampang
20. Gusti pangeran Hario Cokronegoro.
21. Gusti Pangeran Hario Silarong.
22. Gusti Pangeran Hario Prangwadono.
23. Gusti Raden Ayu Suryawinata. di Demak.
24. Gusti Pangeran Hario Panular.
25. Gusti Pangeran Hario Mangkukusumo.
26. Gusti Raden Mas Jaka, wafat usia muda
27. Gusti Raden Ayu Sujonopuro.
28. Gusti Pangeran Hario Dipawinoto.
29. Gusti Raden Ayu Adipati Danureja I.

Urutan putera pertama (1) Kanjeng Pangeran Hario Mangkunegoro Kartasura, menurukan putra :
Raden Mas Sahit, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (K.G.P.A.A.) Mangkunegara I Surakarta.

Urutan putera kedelapan (8), Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buawan II.
Urutan putera keduabelas(12) Gusti Pangeran Hario Hadiwijaya, wafat Kali Abu, menurunkan putra : Pangeran Kusumodiningrat, menurunkan putra :

Pangeran Hadiwijaya, mantudalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (K.G.P.A.A.) Mangkunegoro II, angsal B.R.AJ. Sakeli, peputra :

Pangeran Hadiwajaya, menikah dengan Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Adalah putra dari Paduka Sinuhun Paku Buwana VIII.
Gusti Kanjeng Ratu Paku Buwana IX, peputra : Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B. X.

Urutan putera kelimabelas (15) Gusti Pangeran Hario Mangkubumi,  Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana No.1, di Yogyakarta.


ASALSILAHIPUN HINGKANG SINUHUN KANJENG SUSUHUNAN
PAKU BUWANA II, HING KARTASURA

Garis Pancer dari Trah/Keturunan Ibu.

Dinobatkan menjadi Raja pada tahun 1727. Wafat pada tahun 1749.
Pindah dan mendiami Keraton Surakarta, hari Rebo Paing,  Februari Th. 1745
Menikah dengan Gusti Kanjeng Ratu Mas.

a. Kalifah Husen, putranipun Syeh Madi, kamantu Hario Baribin hing Madura, peputra :
b. Sunan Nguduipg Wall Prajurit agul-agul nlgari Dernak,peputra: c. Panembahan Kali hing Poncowati Demak, asma Panembahan Kudus,. peputra : ...
d. Pangeran Demang, peputra :
e. Pangeran Rajungan, peputra :
f. Pangeran Kudus, peputra : ^
g. Adipati Sumodipuro hing Pati, peputra :
h. Raden Adipati Tirtokusumo, peputra :
i. Gusti Kanjeng Ratu Kencana, Prameswaridalem Hingkang Sinuhun Hamangkurat Jawa hing Kartasura, peputra :
j. Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B.II.

Putra putri dalem :
  1. Gusti Kanjeng Ratu Timur, garwanipun Pangeran Pakuningrat.,
  2. Gusti Pangeran Hario Priyombodo, dewasa sedho.
  3. Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B. III.
  4. Gusti Raden Ayu Puspokusumo.
  5. Gusti Raden Ayu Puspodiningrat.
  6. Gusti Raden Ayu Kaliwungu.
  7. Gusti Raden Ayu Mangkupraja hing Demak.
  8. Gusti Raden Ayu Pringgodiningrat.
  9. Gusti Pangeran Hario Puruboyo.
10. Gusti Pangern Hario Balitar.
11. Gusti Pangern Hario Danupaya.
12. Gusti Raden Ayu Jungut.

(bhs jawa)
Pada waktu Pemerintahan Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana II, terjadi pembrontakan Cina, yang dipimpin Sunan Kuning (Raden Mas Garandi) adalah putradalem Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Hamangkurat Mas, dari isteri selir/garwa ampil keturunan Cina.

Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B.II, melarikan diri mengungsi sampi di Ponorogo. Dan stelah Sunan Kuning dapat taklukan, Paduka Sinuhun kemudian memerintahakan meneliti keadaan Kraton, karena bangunan banguna di Kartosura kondisinya sudah hancur.

Banyak tempat / Bangunan yang diberi tiang penyanggah, dengan maksud agar bangunan tersebut (pagar, tembok rumah, pendapa tidak mengalami keruntuhan. Kemudian mememrintahkan punggawa Karaton Kartosuro yaitu Ki Tumenggung Harung Binang I memeriksa keadaan Kraton.

Dalam riwayat pemilihan lokasi Karatob baru adalah di Dusun Sala, sebelah timur Kartasura untuk dilaksanakan Pembangunan baru Kedaton/Karaton. Setelah jadi bangunan Kararton Sala, Paduka Sinuhun melaksanakan boyongnan pindah dengan arak-arakan secara besar besaran, Paduka Sinuhun naik Kreta Kencana Kiyai Garuda.

Rebo Paing Februari tahun 1745. Ki Tumenggung Harung Binang I, diwisuda menjadi Bupati Kebumen, nama gelar Adipati Honggowongso. Pindah ke Surakarta tahun 1745.

Putradalem Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan Hamangkurat Jawa, Gusti Pangeran Mangkubumi nama saat usia muda Bandoro Raden Mas Sujono. Putra dari isteri selir / garwa ampeyan bernama Mas Ayu Tejawati. Setelah Raka(kakak) Paduka Sinuhun Kanjeng Susuhunan P.B.II wafat, terjadi pemberontakan (mbalelo) Gusti Pangeran Mangkubumi.

Dalam kisah terjadi hukuman pemenggalan kepala terhadap Pahlawan Surakarta adalah Ki Ngabehi Djoyokartiko Delu Penewu Keparak Gedong Tengen.

PERJANJIAN GIYANTI WONTEN TAHUN 1735.

Dalam pemerintahan Paduka Nata hing Surakarta Hingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana III.
Kanjeng Pangeran Mangkubumi dinobatkan di Karaton Yogyakarta, dengan nama gelar Paduka Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana I,  Ngayogyakarta Hadiningrat.











32 komentar:

  1. i'm from Malaysia...im interested to make a research about the King or Raden at Solo@Surakarta...anyone can give me the info?? and is there Raden Cokro Wijoyo Sunoto who is one of the heir of the throne who ran or been banish from Solo? i need the information...thank you

    BalasHapus
  2. Thank you for your attention, and sorry for late reply: Very sorry in the genealogy of our family tree, especially in Central Java, Surakarta / Solo, to name Raden Wijoyo Sunoto Clark, no; Maybe next time I let you know when I get, thanks

    BalasHapus
  3. salam sejahtera,
    setelah membaca artikel bapak yang begitu lengkapnya mengenai silsilah keluarga kerajaan di indonesia jawa khususnya.
    saya menanyakan beberapa hal :
    1. bagaimana asal usul kota trenggalek, siapa pendiri/yang babat alas kota trenggalek ?
    2. kemudian di trenggalek ada cerita legenda Eyang Dosono mbah buri atau mburitan, siapakah beliau dari garis manakah beliau berdasar garis keturunan?
    3. kalau memang ada silsilah keluarga Eyang Dosono supaya berkenan mengirimkan softcopynya di indramaju@hotmail.com.
    demikian terima kasih

    BalasHapus
  4. salam sejahtera selamat pagi,
    saya snang membaca catatan uraian trah Kanjeng Sultan HB !. Sangat. jadi jelas urutan keturunan beliau. Sya sendiri kami perkenalkan Satochid Sosrodiredjo putra bpk Soeroto keturunan dari BPH Balitar II. mungkin apabila bapak mempunyai silsilah yang lengkap bolehkah kami mendapatkan copy nya. matur sembah nuwun.

    BalasHapus
  5. mohon silsilah Mangkunegara I kebawah lengkap dengan istri-istri beliau. nuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami sarankan, mas Ken Aroq datangb lansgung ke perpustakaan di Puro Mangkunegaran di Solo, lewat pintu sebelah Timur, dan silahkan menuju ke gedong pustaka Mangkunegara, anda akan diterima oleh petugas disana untuk memenuhi keinginannya ttg Silsilah, sumangga

      Hapus
  6. Saya mempunyai silsilah prabu brawijaya V

    yang tercatat di artikel bapak kok nggak sama dengan aku yah:

    katanya garis keturunan disini :

    1. Bathoro Katong - Adipati Ponorogo
    2. s/d 17
    18. Raden Bakin Jiwojoyo
    dan saya termasuk dalam anak cucu yang ke 18

    Dan itu juga tertulis dalam Surat resmi yang bertuliskan bahasa jawa kuno, meskipun hanya sebuah kopi dari kertas aslinya


    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang saya muat ini adalah dari tuliasn GRA Bratadiningratan putera Sinuhun (PBX), sekiranya beliau menguasai seluruh pustaka Raja Surakarta, dan untuk ketidak jelasan saya tidak berhak menjelaskan disini, sebab yang saya tulis tsb adalah resmi dari pustaka keraton Surakarta. Moho sekiranya dimaklumi, semuanya menjaga tumpang tindih berita/catatan; sayaper silahkan sdri Carolin3 langsung ke perpustakaan Keraton / radi pustaka Sriwedari Solo, dan jangan lupa bekal pengetahuan ttg aksara Jowo harus sudah baik, karena yang asli pakai huruf jawa.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. mohon maaf, saya sendiri masih mempelajari silsilah keluarga yang ditulis oleh ayahanda saya tercinta, dalam silsilah tersebut hanya tertulis bahwa eyang buyut saya (Raden Mertokusumo-Ridder Pasuruan) adalah keturunan Pangeran Puger, nama kakek saya Raden Sinung Kertoatmodjo (asisten wedana babat-tuban) pada sekitar tahun 1880, saya menemukan nama yang hampir sama dengan eyang buyut pada (http://id.rodovid.org/wk/Orang:194205) tp di silsilah tertulis Mas Ngabei Mertokusumo (putra dari Ki Dermoyudo V atau Raden Djoko Ismail dari trah Pasuruan)...ayah saya sendiri bernama Raden Ismanu. Meski saya sendiri belum berani memastikan apakah beliau adalah eyang buyut saya karena tidak ada keterangan lagi yang bisa diperoleh.
    matur nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas perhatiannya, saya membangun silsilah tsb berasal dari trah Kromodjayan Kanoman / kasepuhan; Dan telah ANTHY tulis silsilah tertulis Mas Ngabei Mertokusumo (putra dari Ki Dermoyudo V atau Raden Djoko Ismail dari trah Pasuruan) = Kromodjayan kasepuhan pusat ritual di Makam Kromodjayan utarwa Semut Plaza/Stasiun semut, belakang Masjid ). nah disinilah seluruh keluarga dimakamkan. sedangkan Kromodjayan kanoman di desa Tersuan-Gedeg, Mojokerto. Karena sdh ada ttk terang Eyang buyut Mas Ngabei Mertokusumo, sedangkan ke putra wayah tidak tertulis, di catatan saya juga tdk ada, jadi saya belum bisa membantu; namun jika nanati saya menemukan akan saya kabari, terima kasih

      Hapus
    2. Matur Nuwun untuk perhatiannya, mudah-mudahan suatu saat bisa bersama-sama menemukan titik terang meskipun ada sedikit informasi bahwa Mas Bei Mertokusumo dan Raden Mertokusumo adalah orang yang berbeda, namun saya tetap menunggu kabar dari Panjenengan....

      Hapus
  9. permisi mau numpang tanya

    apakah Adipati Mertalaya di Madiun ini orang yang sama dengan menantunya HB VI dan yg memiliki menantu Raden Tumenggung Mertowidjojo ?

    nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon diketahui, bahwa ttg HAMENGKU BUWONO (HB) ke VI adalah raja Yogykarta, saya tidak banyak mengetahui sampai detailnya. Maaf keterbatasan saya.

      Hapus
  10. Selamat sore dan salam kenalan.

    Saya sekarang tinggal di Malaysia. Saya cucunya Almarhumah Nyai' Siti Mariam binti Raden Mohamad Manco Stono Wartowidjoyo Dininggrat yang asalnya dari Pekalongan Jawa. Saya mahu mencari sasur galur keluarga diraja saya semula. Kerna sudah lama terpisah.

    Mohon dibantu. Apa2 maklumat harap dapat dikongsi bersama.
    Terima kasih.
    Email saya: radhiahyamin@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas perhatiannya, saya tidak banyak bisa membantu karena keterbatasan saya, dan saya hanya bisa menyarakan coba untuk mencari / melihat dari silsilah di website : http://id.rodovid.org/wk/ .. dan says punya website http://asalsilahipunparanata.blogspot.com/ ataupun http://www.geni.com/family-tree ..... semoga banyak membantu, terima kasih salam saya

      Hapus
  11. Berapa banyak orang Jawa yang terjebak cerita tendensius Ki Ageng Mangir, padahal Ki Ageng mangir adalah seorang mualaf yang sangat tinggi ilmunya, Pengislamanya menjadi kacau balau dengan adanya cerita pembunuhan dirinya oleh Kanjeng Panembahan Senopati, sehingga yang timbul adalah kepengecutan P.Senopati, padaha Mangir terbunuh oleh konspirasi yang tidak ingin kekuatan Mataram berkembang dengan adanya Mangir dalam jajaran kekuatan Mataram. Mangir memang terbunuh oleh batu gatheng dari belakang dengan kepala pecah, tetapi bukan oleh P Senopati melainkan oleh P.Ronggo.Ada banyak versi tentang Ki Ageng Mangir dan Kanjeng Ratu Roro Sekar Pembayun, namun kami dari pihak trah Mangir mempunyai versi yang sangat berbeda dari versi yang selama ini tercerita , baca blog kami http://pembayun-mangir.blogspot.com/ , akan anda temui kejuatan sesungguhnya trah Mangir adalah trah yang sangat mempersiapkan diri untuk menjadikan keturunannya tokoh pemimpin terbaik bangsa ini dimasa yang akan datang

    BalasHapus
  12. Berapa banyak orang Jawa yang terjebak cerita tendensius Ki Ageng Mangir, padahal Ki Ageng mangir adalah seorang mualaf yang sangat tinggi ilmunya, Pengislamanya menjadi kacau balau dengan adanya cerita pembunuhan dirinya oleh Kanjeng Panembahan Senopati, sehingga yang timbul adalah kepengecutan P.Senopati, padaha Mangir terbunuh oleh konspirasi yang tidak ingin kekuatan Mataram berkembang dengan adanya Mangir dalam jajaran kekuatan Mataram. Mangir memang terbunuh oleh batu gatheng dari belakang dengan kepala pecah, tetapi bukan oleh P Senopati melainkan oleh P.Ronggo.Ada banyak versi tentang Ki Ageng Mangir dan Kanjeng Ratu Roro Sekar Pembayun, namun kami dari pihak trah Mangir mempunyai versi yang sangat berbeda dari versi yang selama ini tercerita , baca blog kami http://pembayun-mangir.blogspot.com/ , akan anda temui kejuatan sesungguhnya trah Mangir adalah trah yang sangat mempersiapkan diri untuk menjadikan keturunannya tokoh pemimpin terbaik bangsa ini dimasa yang akan datang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matur nuwun sedaya pencerahan puniko, mugi sagedta dados pemandunipun sedaya kadang ingkang tansah mbudi daya sejatinipun leluhur lan katresnan, unjuk hormat dumateng leluhur; nuwun salma taklim kawulo

      Hapus
  13. heemmMMMMMMMMM saya pun masih mencari kebenarannya, wlau saya yakin sil-silah yyang saya punya sudah benar,,dan apakah anda mengenal nama Raden Djoyodrono yang dimakammkan di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen Prov. Jawa Tengah? TOLONG KONFIRM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas perhatiannya, dengan sangat menyesal saya tidak ada catatan tttg beliau Raden Djoyodrono yang belum diketahui siapa leluhur / nenek moyangnya; Sedangkan di Jawa Timur R Djoyodrono ada beberapa dari Trah yang berbeda, sedangkan yang dimaksud Mas N Abarokah berasal/disemayamlan dari Kecamatan Puring Jateng; semoga memaklumi keterbatasan saya, wassalam

      Hapus
  14. aslkm...sugeng ndalu pakdhe........kulo madosi silsilah bathara katong menawi berenan monggo.......pakdhe?? sembahnuwon.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf pakdhe sy br bergabung salam kenal pakdhe......nuwon....

      Hapus
    2. mohon silsilah bathara katong kebawah pakdhe.....

      Hapus
    3. Waallaikumsalam, silsilah Bathoro Kathong silahkan ke http://www.rodovid.com ( via Google ketik nama telusuri yang ditus rodovis ), terima kasih, wass

      Hapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Pak dhe numpang nanya apakah r.partosastro masih ada keturunan dari mangkunegaran.matur sembah suwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuh Mas Henky Matheus ... saya buka orang yang tahu segalanya ..... dengan kalimat singkat saudara .... amit sewu saya tidak bisa membantu banyak, trims perhatiannya, salam saya

      Hapus
  17. Assalamualaikum, pakde.... kalau Raden Mas Brotowongso itu apakah termasuk dalam keturunan silsilah Prabu Brawijaya V mohon penjelasan karena mungkin menggunakan nama2 alias... suwun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Mas JOSH van DUWET ... saya bukan orang yang tahu segalanya ..... dengan kalimat singkat saudara .... amit sewu saya tidak bisa membantu banyak, trims perhatiannya, salam saya

      Hapus